20 September 2018

PEMBAHASAN SOAL UN TAHUN 2017/2018 BAHASA INDONESIA SMP NOMOR 13 MATERI MENENTUKAN KEISTIMEWAAN TOKOH PADA TEKS BIOGRAFI



Menentukan Keistimewaan Tokoh pada Teks Biografi
13. Bacalah teks berikut! 
Nama NH. Dini merupakan singkatan dari Nurhayati Sri Hardini. Nh. Dini dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1936 di Semarang. Ayahnya, Salyowijoyo, seorang pegawai perusahaan kereta api. Ibunya bernama Kusaminah. Bakat menulis Dini tampak sejak berusia sembilan tahun. Dini bercita-cita menjadi dokter hewan. Namun, ia tidak dapat mewujudkan cita-cita itu karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ia hanya dapat mencapai pendidikannya sampai sekolah menengah atas jurusan sastra. Dini menambah pengetahuan di bidang lain, yaitu menari Jawa dan memainkan gamelan. Meskipun demikian, ia lebih berkonsentrasi pada kegiatan menulis. Hasil karyanya yang berupa puisi dan cerpen dimuat dalam majalah Budaya dan Gadjah Mada di Yogyakarta (1952). Pada tahun 1955, ia memenangkan sayembara penulisan naskah sandiwara radio dalam Festival Sandiwara Radio di seluruh Jawa Tengah. 
Keistimewaan tokoh pada teks tersebut adalah …
A. Anak seorang pegawai perusahaan kereta api dan ibu rumah tangga.
B. Dini bercita-cita menjadi dokter hewan ternama sejak kecil.
C. Dini memiliki bakat menulis sejak berusia sembilan tahun
D. Dini memenangkan sayembara penulisan naskah sandiwara radio se-Jawa Tengah.
Kunci Jawaban: D

19 September 2018

PEMBAHASAN SOAL UN 2017/2018 BAHASA INDONESIA SMA/MA NOMOR 39: KESEPAKATAN DALAM TEKS NEGOSIASI



39. Cermatilah teks negosiasi berikut!

Guru    : “Kenapa kamu sering kesiangan?”

Tono    : “Maaf, Bu! Rumah saya jauh dan di jalan selalu terjebak kemacetan lalu lintas.”

Guru    : “Ya baik, Nak! Hari ini ibu maafkan, tetapi sebenarnya dapat kamu siasati bagaimana caranya agar kamu tidak kesiangan. Pukul berapa kamu berangkat dari rumah?”

Tono    : “Pukul 06:00 pagi, Bu!”

Guru    : “Nah, mulai besok dan seterusnya kamu berangkat lebih pagi dari rumah, mungkin pukul 05.30 atau pukul 05.45 supaya kamu di perjalanan tidak terjebak macet dan sampai ke sekolah lebih pagi.”

Tono    : “ Baik Bu, akan saya usahakan, mulai besok saya akan berangkat dari rumah lebih pagi dari biasanya.”

Guru    : “Bagus, Nak! Semoga kamu berhasil.”

Hal yang disepakati  sesuai dengan isi teks tersebut adalah  . . .

A. Bentuk hukuman untuk Tono jika dia kesiangan lagi tiba di sekolah.

B. Bu Guru janji akan memberi nasihat kepada Tono.

C. Jam masuk sekolah Tono ditambah dari biasanya.

D.Tono sepakat berangkat lebih pagi dari rumah.

E. Tono berusaha datang lebih awal di sekolah.

Kunci jawaban: D

ZUHRI INDONESIA: PEMBAHASAN SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN 2017/2018 NOMOR 38 MATERI KALIMAT ARGUMEN



38.       Cermatilah kalimat berikut!

Kalimat pendapat  : Sekolah terus berupaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam ujian nasional tahun ini. 

Kalimat argumen:

(1) Meningkatkan prestasi siswa merupakan tugas guru dan sekolah.

(2) Guru melatih siswa dengan mengerjakan soal-soal untuk menghadapi ujian.

(3) Siswa seharusnya memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar.

(4) Sekolah mengadakan beberapa kali ujicoba ujian nasional agar siswa terlatih menjawab soal.

(5) Peran orang tua sangat penting dalan memotivasi siswa.

Kalimat argumen yang mendukung kalimat pendapat tersebut adalah . . .                           

A. (1) dan (2)                                                                                                                         

B. (1) dan (3)                                                                                                                         

C. (2) dan (4)                                                                                                                         

D. (3) dan (5)                                                                                                                         

E. (4) dan (5)

18 September 2018

PEMBAHASAN SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN 2017/2018 NOMOR 37: MELENGKAPI TEKS PANTUN



37.       Cermatilah pantun berikut!

            Di sebelah ada kebun papaya

            Sebelahnya lagi tempat gerabah

            Yakinlah dan tetap berupaya

            . . . 

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah . . .

A. Semoga kita mendapat berkah

B. Beginilah hati yang gelisah

C. Dengan berusaha dan bersedekah

D. Beginilah cara orang beribadah

E. Pasti ayahlah yang paling susah

Kunci Jawaban: A

Pembahasan

15 September 2018

CONTOH RPP BERORIENTASI HOTS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
Sekolah
:  SMA Negeri 2 Boyolali                          
Mata Pelajaran
:  Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
:  XI/1
Materi Pokok
:  Teks Eksplanasi
Alokasi Waktu
:  4 X 45 Menit (2 Pertemuan)

A.    Kompetensi Inti
K1
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
K2
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
K3
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, eksplanasial, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
K4
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS DAN CONTOH RPP BERORIENTASI HOTS







Materi berikut merupakan oleh-oleh (rangkuman materi) Workshop Pengembangan Model Pembelajaran berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) Jakarta, 16-20 dan 24-28 Juli 2018 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS DAN CONTOH RPP BERORIENTASI HOTS
Guru sebaiknya menyajikan pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk berpikir
kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik Bahasa Indonesia, serta memiliki
kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). 
Anderson mengategorikan tingkat berpikir seperti dalam tabel Berikut.

14 September 2018

ZUHRI INDONESIA: PEMBAHASAN SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA NOMOR 36: AMANAT CERITA


36. Cermatilah ceriita berikut!
Teman saya, Fakir, berkaca mata tebal (kadang) sangat menyebalkan. Dengan bentuk tubuh tinggi dan gigi depan yang pecah, ia terbilang bukan orang yang tampan. Setiap keberhasilan dan kebahagiaan orang lain, selalu diberi komentar oleh Fakir. Pokoknya kalau tidak berburuk sangka, ia cenderung melecehkan lawan bicaranya atau sahabat-sahabatnya. Begitulah Fakir.  
Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah . . .
A. Jangan berprasangka buruk terhadap keberhasilan orang lain!
B. Orang yang biasanya suka meremehkan orang lain biasaya sombong!
C. Orang pendiam belum tentu ia bodoh!
D. Hendaklah ramah-tamah dalam bergaul!
E. Janganlah berpura-pera cemburu terhadap keberhasilan orang lain!
Kunci Jawaban: A
Pembahasan

13 September 2018

MELENGKAPI TEKS DRAMA


PEMBAHASAN SOAL UN 2017/2018 NOMOR 35: MELENGKAPI TEKS DRAMA
35. Cermati kutipan teks drama berikut!

(1) Parminem : “Begini, Bu. Di sini saya sebagai produsen nasi bungkus dari program Ibu Menteri. Saya kemari karena saya mengharapkan sejumlah uang dari Ibu.”

(2) Ibu Menteri            : “ Perasaan, saya bukanlah bendahara dari program itu. Jadi langsung saja kamu meminta uang kepada Pembantu Menteri yang telah merangkap menjadi ketua, sekretaris, dan bendahara.”

(3) Parminem : “(duduk di kursi/lantai dan  badannya lemas)” Tapi saya sudah mencarinya kemana-mana. Dari pagi, saya sudah siap-siap di kamar mandi umum, tempat Bu Pembantu Menteri buang air kecil. Tapi nyatanya nihil.” (memendam kekecewaan mendalam)

(4) Ibu Menteri            : “ . . .”

(5) Parminem : “Hah ... duh biyung! Nasib, nasib. Ya sudahlah Bu, saya mau pergi dulu. Permisi.” (meninggalkan panggung).

Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah . . .                                            

A. Mungkin, itu sudah nasibmu. Sekali lagi, saya tidak bisa membantu. Itu bukan lagi urusan menteri seperti saya.
B. Menurut data memori yang ada dalam  otak saya, rasanya saya belum pernah berjumpa dengan kamu.                                                               
C. Baiklah,  nanti kutemui Bu Pembantu Menteri. Kusampaikan masalahmu kepadanya.
D. Kalau cuma masalah uang, aku bisa memberimu sekarang juga
E. Jangan resah. Besok persoalan ini kita selesaikan bersama.
Kunci Jawaban: A
Pembahasan
Kutipan drama membahas masalah pembayaran uang nasi bungkus program menteri. Kalimat untuk melengkapi  isi drama haruslah sesuai dengan kalimat sebelum dan sesudahnya. Kalimat sebelumnya  menyatakan jawaban/tanggapan Ibu Menteri atas pernyataan Parminem. Kalimat sesudahnya menyatakan kekecewaan/rasa putus asa Parminem. Jadi, dialog dialog Ibu Menteri berisi pernyataan yang tidak bisa membantu permasalahan yang dihadapi Parminem. Kalimat tepat terdapat pada pilihan jawaban A. Pilihan jawaban B juga tidak sesuai jika digunakan untuk menjawab pernyataan Parminem. Sementara itu, kalimat pada pilihan jawaban C, D, dan E berisi kesediaan Ibu Menteri untuk membantu permasalahan sehingga tidak sesuai tanggapan Parminem yang putus asa dan kecewa.

PEMBAHASAN SOAL UN 2017/2018 BAHASA INDONESIA SMA/MA NOMOR 34: KATA BERIMBUHAN



34. Cermati paragraf berikut!

Pesatnya perkembangan iptek telah menggugah keingintahuan masyarakat terhadap sains. Untuk itu, tidaklah mengherankan jika media massa itu terus ... memenuhi kebutuhan pembacanya akan sajian-sajian iptek dengan intensitas dan visi yang berbeda-beda. Setiap media akan …tulisan-tulisan iptek sesuai dengan selera pembacanya. Namun, dalam fungsinya sebagai media massa, tentulah tulisan-tulisan tersebut ... dengan bahasa dan gaya penulisan populer.  

Kata berimbuhan yang tepat melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. mencobakan, disajikan, ditampilkan

B. mencoba, menyajikan, ditampilkan

C. mencoba, menyajikan, menampilkan

D. menyoba, menyaji, menampilkan

E. dicoba, disajikan, ditampilkan

Kunci Jawaban: B

Pembahasan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah mengalami pengimbuhan baik mendapatkan awalan, sisipan, akhiran, maupun gabungan imbuhan.

Untuk menentukan kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tentunya harus melihat kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang. Disamping itu, juga harus mempertimbangkan makna kalimat dan kalimat secara keseluruhan.

Dengan memperhatikan kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang dan makna kalimat/paragraf secara keseluruhan, kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah mencoba, menyajikan, ditampilkan (opsi B).

RINGKASAN MATERI

12 September 2018

PEMBAHASAN SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN 2017/2018 NOMOR 33: KALIMAT ESAI



33. Cermati kutipan cerpen berikut!

Aku masuk ke dalam kantor dan bersalaman dengan seorang lelaki yang tersenyum-senyum yang bernama Pak Bloecher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang pakaianku. Selanjutnya, ia membuka-buka tumpukan kertas, seperti menata kere serambi.                                                              

“Saya yakin Anda akan puas dengan perjodohan ini, katanya,” Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihinya dari seratus sepuluh wanita yang  memenuhi syarat di Amerika Serikat. Kami memilih berdasarkan suku, agama, etnik, dan latar belakang regional.”

Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah . . .

A. Novel ini isinya berbobot karena mengungkapkan sesuatui yang tidak lazim dalam masyarakat Indonesia yang pantas kita tiru sebagai bahan perbandingan.

B. Budaya Barat yang sifatnya modern sebaiknya perlu kita contoh karena hal ini dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia.

C. Dialog para pelaku kurang jelas sehingga isi cerita susah dipahami oleh pembaca yang akhirnya tidak tertarik untuk membaca cerita selanjutnya.

D. Isi cerita tergolong unik karena mengungkapkan perjodohan melalui biro jodoh, hal ini sangat berbeda budaya atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat Indonesia.

E. Bahasa yang digunakan tidak wajar dan tidak memenuhi sasaran karena terkesan melebih-lebihkan satu perjodohan yang seharusnya tidak menjadi bahan publikasi.

Kunci Jawaban: D
Pembahasan

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya (Depdikbud, 1997: 270 ).

Kalimat tanggapan /esai yang sesuai dengan isi puisi di atas adalah Isi cerita tergolong unik karena mengungkapkan perjodohan melalui biro jodoh, hal ini sangat berbeda budaya atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. (jawaban D). Dalam teks di atas diceritakan seorang laki-laki yang mencari jodoh dengan bantuan biro jodoh, sesuatu yang masih jarang dilakukan di Indonesia

PEMBAHASAN SOAL UN SMA/MA BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 NOMOR 32: PENULISAN JUDUL KARANGAN


32. Cermati kalimat berikut! 
Ayah sedang asyik membaca buku yang berjudul “industri rumah tangga dengan pemanfaatan teknologi canggih.”
Penulisan judul karangan yang sesuai dengan ejaan yang diperbaharui adalah . . .
A. Industri Rumah tangga dengan Pemanfaatan Teknologi canggih
B. Industri Rumah Tangga Dengan Pemanfaatan Teknologi Canggih
C. Indusrti rumah tangga dengan pemanfaatan teknologi canggih
D. Industri Rumah Tangga dengan Pemanfaatan Teknologi Canggih
E. Industri Rumah Tangga dengan pemanfaatan teknologi canggih
Kunci Jawab: D
Pembahasan

11 September 2018

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER / PENILAIAN TENGAH SEMESTER 1 BAHASA INDONESIA KELAS XII KURIKULUM 2013




SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER

BAHASA INDONESIA KELAS XII

A. KISI-KISI SOAL
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
TEKS CERITA/NOVEL SEJARAH
KD 3.3 Mengidentifikasi informasi, yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi dan resolusi, dalam cerita sejarah lisan atau tulis      
Indikator: Disajikan ilustrasi tentang teks cerita sejarah, peserta didik mampu menjelaskan struktur teks cerita sejarah dengan tepat
KD 3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah   
Indikator: Disajikan teks cerita sejarah, peserta didik mampu menganalisis kebahasaan teks cerita sejarah meliputi kata sifat, kata kerja tindakan,  kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau dengan tepat.
SURAT LAMARAN PEKERJAAN
KD 3.1 Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca  
Indikator: Disajikan ilustrasi tentang surat Lamaran pekerjaan, peserta didik mampu menjelaskan sistematika surat lamaran pekerjaan dengan tepat.
KD 3.2 Mengidentifikasi unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan
Indikator: Disajikan  bagian teks surat lamaran pekerjaan yang penulisannya salah, peserta didik dapat memperbaikinya dengan tepat.
KD 4.2 Menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika dan kebahasaan
Indikator: Disajikan iklan lowongan pekerjaan, peserta didik mampu menyusun surat lamaran pekerjaan sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan dengan tepat.


B. SOAL PTS BAHASA INDONESIA KELAS XII
1. Setiap teks memiliki struktur yang berbeda dengan jenis teks yang lain. Jelaskan struktur teks cerita/novel sejarah!

2. Cermatilah kutipan teks cerita sejarah berikut!

Pendeknya, semua senopati dan pembesar yang saat itu menghadap sang prabu dan mendengar ucapan-ucapan Ronggo Lawe, semua terkejut dan sebagian marah sekali, tetapi mereka tidak berani mencampuri karena mereka menghormat sang Prabu. Akan tetapi, sang Prabu Kertarajasa tetap tenang, bahkan tersenyum memandang kepada Ronggo Lawe, ponggawanya yang dia tahu amat setia kepadanya itu, lalu berkata halus, “ Kakang Ronggo lawe, tindakanku mengangkat kakang Nambi sebagai patih hamangkubumi, bukanlah merupakan tindakan ngawur belaka, melainkan telah merupakan suatu keputusan yang telah dipertimbangkan masak-masak, bahkan telah mendapatkan persetujuan dari semua paman dan kakang senopati dan semua pembantuku. Bagaimana Kakang Ronggo Lawe dapat mengatakan bahwa pengangkatan itu tidak tepat dan tidak adil?’ Dengan muka merah, kumisnya yang seperti kumis Sang Gatotkaca itu bergetar, napas memburu karena desakan amarah, Ronggo Lawe berkata lantang, “ Tentu saja tidak tepat! Paduka sendiri tahu si Nambi itu! Paduka tentu masih ingat akan segala sepak terjang dan tindak-tanduknya dahulu! Dia seorang bodoh, lemah, rendah budi, penakut, sama sekali tidak memuliki wibawa…”  (Novel Sejarah Kemelut di Majapahit karya S.H. Mintardja)

Analisislah ciri kebahasaan teks cerita sejarah tersebut meliputi kata-kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.  

SOAL UTS/PTS BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA/MA KURIKULUM 2013 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2018/2019



SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER

BAHASA INDONESIA KELAS XI


A. KISI-KISI (KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR)
1. KD 3.1 Mengonstruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur    
Indikator Disajikan ilustrasi tentang teks prosedur, peserta didik mampu menjelaskan struktur teks prosedur dengan tepat
2. KD 3.2 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur           
Indikator Disajikan teks prosedur, peserta didik mampu menganalisis kebahasaan teks prosedur meliputi kata kerja imperatif, kata teknis, konjungsi penambahan, kalimat/pernyataan persuasif dengan tepat.
3. KD 3.3 Mengidentifikasi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks ekplanasi lisan dan tulis      
Indikator Disajikan ilustrasi tentang teks eksplanasi, peserta didik mampu menjelaskan struktur teks eksplanasi dengan tepat.
4. KD 4.4 Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan      
Indikator Disajikan ilustrasi peristiwa alam (banjir), peserta didik mampu menyusun teks eksplanasi bertema peristiwa alam (banjir) dengan tepat.
5. KD 3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi         
Indikator Disajikan ilustrasi teks eksplanasi peristiwa alam (banjir), peserta didik mampu menganalisis kebahasaan teks eksplanasi meliputi kata teknis, kata bermakna denotatif, kata kerja pasif, dan konjungsi kronologis atau kausalitas dengan tepat.


B. SOAL 

1. Setiap teks memiliki struktur yang berbeda dengan jenis teks yang lain. Jelaskan struktur teks prosedur!

2. Cermatilah teks berikut!
Kiat Berwawancara Kerja 
Bagi perusahaan, wawancara merupakan kesempatan untuk menggali kualifkasi calon pegawai secara lebih mendalam, melihat kecocokannya dengan posisi yang ditawarkan, kebutuhan dan sifat erusahaan. Wawancara pun menjadi ajang tanya jawab antara pewawancara dengan calon.
Agar mudah dipahami oleh mitra bicara, kita harus berbicara dengan jelas. Jaga agar kita tidak berbicara terlalu cepat atau lambat, atur juga suara agar jelas terdengar. Suara yang terlalu pelan membuat kita terlihat kurang percaya diri, sementara suara yang terlalu keras membuat kita terlihat agresif. Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi suatu keharusan. 
Selain itu, perhatikan betul apa yang disampaikan pewawancara agar kita dapat memerikan jawaban yang relevan. Tak ada salahnya menanyakan kembali atau mencoba mengulangi pertanyaan yang diajukan untuk memastikan bahwa pemahaman kita sudah benar. Namun, jangan melakukannya terlalu sering karena justru akan membuat pewawancara mempertanyakan daya tangkap kita.
Bahasa tubuh pun ikut memegang peranan. Gerakan nonverbal seperti mengangguk atau sikap tubuh yang agak condong ke depan menunjukkan bahwa kita tertarik pada apa yang disampaikan si pewawancaraa. Pastikan pula kita menjaga kontak mata dengan pewawancara, karena kontak mata penting dalam proses komunikasi, termasuk dalam wawancara kerja. 
Singkatnya, akan lebih baik jika kita mampu menampilkan sikap yang antusias secara verbal maupun nonverbal. Oleh karena itu, hindari bahasa tubuh yang dapat diartikan negatif, seperti menggoyangkan kaki, mengetuk-ngetuk jari, atau menghindari kontak mata. Cara berbicara yang percaya diri namun tidak terkesan sombong dapat menarik minat pewawancara.
Pada saat berbicara, hindari uraian yang panjang lebar dan berteletele. Cobalah mengemas kalimat secara singkat dan terfokus, namun tetap menarik. Kita diharapkan mampu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang tepat untuk posisi yang ditawarkan. Ceritakanlah kemampuan atau pengalaman yang relevan dengan posisi tersebut. Hindari mengkritik atasan atau rekan kerja sebelumnya karena ini menunjukkan sikap yang tidak professional.
Selama wawancara berlangsung, jadilah diri sendiri. Ungkapan ini mungkin terdengar klise, namun jauh lebih baik menjadi diri sendiri dan berbicara dengan jujur, daripada mencoba mengatakan sesuatu yang menurut kita akan membuat pewawancara merasa terkesan. Jangan melebih-lebihkan kualifkasi kita, apalagi mengelabui dengan memberikan data yang tidak benar. Cepat atau lambat, pewawancara akan menemukan bahwa data tersebut hanyalah karangan. Tunjukkan bahwa kita mampu mengenali diri kita sendiri dengan tepat.
Pewawancara biasanya memberikan kesempatan kepada kita untuk mengajukan pertanyaan di akhir wawancara. Gunakanlah kesempatan ini secara elegan dengan cara menunjukkan rasa ingin tahu kita tentang lingkup dan deskripsi tugas posisi yang dilamar, kesempatan pengembangan diri, dan sebagainya. Ini wajar, karena bersikap pasif dan menyerahkan segala sesuatu kepada pihak perusahaan tidak akan menambah nilai kita di mata pewawancara.
Calon yang mau bertanya dalam porsi yang tepat menunjukkan kesungguhan minatnya pada posisi yang ditawarkan dan juga pada perusahaan. Di sesi ini biasanya muncul pula pembicaraan mengenai gaji dan tunjangan. Pewawancara sangat menghargai kandidat yang mampu menentukan nominal gaji yang ia harapkan, karena dianggap dapat melakukan penilaian atas kemampuannya dan tugas-tugas yang akan dilakukan. Tentu saja angkanya harus logis sambil tetap membuka kesempatan untuk negosiasi.
Dengan persiapan matang dan unjuk diri yang baik saat wawancara, kita telah meninggalkan kesan yang layak untuk dipertimbangan oleh perusahaan
(Sumber: “Unjuk Diri yang Baik dalam Wawancara Kerja” dalam Kompas dengan pengubahan). 
Analisislah ciri kebahasaan teks prosedur yang meliputi kata kerja imperatif, kata teknis, konjungsi penambahan, dan kalimat/pernyataan persuasif. 

CONTOH SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER 1 BAHASA INDONESIA KELAS X SMA/MA TAHUN PELAJARAN 2018/2019



SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER

BAHASA INDONESIA KELAS X
A. KISI-KISI (KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR)
1. KD 3.1 Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan tulis.       
Indikator Disajikan ilustrasi tentang teks laporan hasil observasi, peserta didik mampu menjelaskan struktur teks laporan hasil observasi dengan tepat
2. KD 3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi    
Indikator Disajikan teks laporan hasil observasi, peserta didik mampu menganalisis kebahasaan teks laporan hasil observasi meliputi kata /frasa verba dan nomina, afiksasi, kalimat definisi/deskripsi, dan kalimat simpleks/kompleks dengan tepat.
3. KD 3.3 Menganalisis struktur, isi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi), kebahasaan  teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca      
Indikator Disajikan ilustrasi tentang teks eksposisi, peserta didik mampu menjelaskan struktur teks eksposisi dengan tepat.
4. KD 4.4 Mengonstruksikan teks eksposisi dengan memerhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan.        
Indikator Disajikan ilustrasi permasalahan lingkungan, peserta didik mampu menyusun teks ekplanasi bertema permasalahan lingkungan  dengan tepat.
5. KD 3.4 Menganalisis  struktur dan kebahasaan teks eksposisi.     
Indikator Disajikan ilustrasi teks eksposisi permasalahan lingkungan, peserta didik mampu menganalisis kebahasaan teks eksposisi meliputi kata teknis/istilah, kata sifat, afiksasi, dan kalimat verba dengan tepat.

UNDUH FILE KISI-KISI SOAL KLIK https://drive.google.com/open?id=1hpvkWxgV-vrNt6C61BmMAKzkRCp65Km9

B. SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER

1. Setiap teks memiliki struktur yang berbeda dengan jenis teks yang lain. Jelaskan struktur teks laporan hasil observasi!

2. Cermatilah teks berikut!

10 September 2018

PEMBAHASAN SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN 2017/2018 NOMOR 31: KATA ULANG


31. Cermati paragraf Berikut!
Aku  menjauhi trotoar, berjalan beberapa langkah dengan wajah tengadah. Lalu dari tengah jalan seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-keras: “ Lihat saja, aku bisa lebih dari kalian. Aku bisa, aku pasti bisa!!” Semua orang melihatku, tapi aku tidak peduli. Aku lebih memilih melanjutkan berjalan menuju rumah dengan mata berkaca-kaca, sambil dalam hati memohon, “Ibu, tolong bantu aku.” Dengan perlahan-lahan, aku berbisik pada diriku sendiri. 
Perbaikan kata ulang dicetak miring pada paragraf tersebut adalah . . . .
A. keras-keras
B. sekeras-kerasnya
C. sekeras-keras
D. keras-kerasan
E. mengeras-keras
Kunci Jawaban: B
Pembahasan
Perbaikan kata ulang tersebut yang tepat adalah sekeras-kerasnya (opsi B). Kata ulang sekeras-kerasnya bermakna menyatakan tingkat paling.
RINGKASAN MATERI