27 Juli 2017

CONTOH SOAL / TUGAS PRAKONDISI PLPG 2017 DAN PEMBAHASAN



Salah satu kegiatan peserta PLPG tahun 2017 adalah membuat laporan kajian Modul/ Sumber Belajar kompetensi pedagogik dan professional (bidang studi) pada prakondisi PLPG 2017.
Berikut ini disajikan contoh soal / tugas prakondisi PLPG 2017 dan pembahasan/ petunjuk mengerjakan untuk sumber belajar / modul kompetensi pedagogik .




FORMAT  LAPORAN HASIL PEMBEKALAN PESERTA PLPG TAHUN 2017



Nama Peserta                       : ……………………………..

NUPTK                                    : ……………………………..

Nomor Peserta PLPG          :……………………………..

Bidang Studi Sertifikasi      : ……………………………..

Sekolah Asal                          : ……………………………..


I.      LAPORAN MENTORING PERIODE SATU

Sumber Belajar Pedagogik

A.      Ringkasan materi

1.      karakteristik potensi peserta didik,

2.      teori belajar,

3.      model model pembelajaran, dan

4.      penilaian

B.      Materi yang sulit dipahami

Uraikan materi yang menurut Anda sulit dipahami dalam bagian ini

C.      Materi esensial apa saja yang tidak ada dalam Sumber Belajar

Uraikan materi yang menurut Anda anggap esensial tetapi tidak dijelaskan dalam bagian ini

D.     Materi apa saja yang tidak esensial namun ada dalam Sumber Belajar

Uraikan materi yang menurut Anda tidak esensial tetapi dijelaskan dalam bagian ini



   

FORMAT PENILAIAN LAPORAN HASIL PEMBEKALAN PLPG

(Untuk Instruktur)



Nama Peserta                       : ……………………………..

NUPTK                                    : ……………………………..

Nomor Peserta PLPG           : ……………………………..

Bidang Stud iSertifikasi      : ……………………………..

Sekolah Asal                          : ……………………………..



Sumber Belajar Pedagogik/Bidang Studi*)

No
ASPEK
1
2
3
4
5
A.
Ringkasan Materi






1.        Kesesuaian uraian dengan isi sumber belajar






2.        Kejelasan uraian






3.        Kecermatan uraian






4.        Keruntutan uraian






5.        Penggunaan bahasa












B.
Materi yang sulit dipahami






1.        Kecermatan






2.        Kejelasan






3.        Ketepatan argumentasi












C.
Materi esensial yang tidak ada dalam Sumber Belajar






1.        Kecermatan






2.        Kejelasan






3.        Ketepatan argumentasi












D.
Materi tidak esensial namun ada dalam Sumber Belajar






1.        Kecermatan






2.        Kejelasan






3.        Ketepatan argumentasi












E.
Jawaban Latihan Soal Uraian






Ketepatan jawaban













Total Skor


Konversi (skala 100)




*) Coret yang tidak perlu

           ..........................………, ………...   2017

Penilai I,



---------------------------------------------------
Penilai II,



-------------------------------------------------



Petunjuk Pengerjaan Tugas

A.      Ringkasan Materi

Meringkas artinya menjadikan tulisan yang panjang menjadi pendek. Ringkasan berisi hal-hal pokok/penting dari sebuah tulisan. Penyajian ringkasan dapat berbentuk paragraf, tabel, atau mind mapping (peta konsep), dan sebagainya.

Pada kegiatan meringkas peserta prakondisi menyampaikan hal-hal penting dari bahan yang diringkas tanpa menambah pendapat pribadi atau pendapat ahli lain di luar apa yang tertulis pada bahan yang diringkas.


B.      Materi yang sulit dipahami

1.       Tuliskan materi yang sulit dipahami (apa dan pada bagian mana)

2.       Tuliskan alasan/argumen mengapa materi tersebut sulit dipahami

Penjelasan

Peserta menuliskan materi bacaan yang menurut peserta sulit dipahami (menunjukkan pada subbab mana, materi apa) disertai dengan alasan sebagai pendukung. Alasan yang diberikan bisa berupa kurangnya penjelasan, ilustrasi, contoh-contoh yang berkaitan dengan materi yang sulit dipahami.

C.      Materi esensial apa saja yang tidak ada dalam Sumber Belajar

1.       Tuliskan materi esensial (apa dan pada bagian mana)

2.       Tuliskan alasan mengapa materi tersebut esensial

Penjelasan

Esensial artinya mendasar, hakiki, perlu sekali. Pada kegiatan ini peserta menuliskan materi esensial (sesuai pendapat peserta) yang tidak terdapat pada Sumber Belajar (Modul).

Materi esensial pada sumber belajar dapat dikaitkan dengan kepentingan proses pembelajaran/tugas guru berdasarkan pengalaman guru atau dikaitkan dengan butir-butir kompetensi pedagogik pada permendiknas 16/2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.

Untuk menentukan materi esensial, peserta dapat juga membandingkan dengan sumber lain.

Misalnya tentang model-model pembelajaran , peserta dapat membandingkan sumber Belajar (modul prakondisi) dengan Buku sumber Naskah pendukung implementasi kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2017


D.      Materi apa saja yang tidak esensial namun ada dalam Sumber Belajar

1.       Tuliskan materi yang tidak esensial (apa dan pada bagian mana)

2.       Tuliskan alasan/ argumen mengapa materi tersebut tidak esensial.

Penjelasan.

Tidak esensial artinya tidak mendasar, tidak hakiki, tidak perlu sekali. Pada kegiatan ini peserta menuliskan materi tidak esensial (jika ada) sesuai pendapat peserta yang terdapat pada Sumber Belajar (Modul).

Materi tidak esensial pada sumber belajar dapat dikaitkan (sebagai alasan/argumen) dengan kepentingan proses pembelajaran/tugas guru berdasarkan pengalaman guru atau dikaitkan dengan butir-butir kompetensi pedagogik pada permendiknas 16/2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.

Untuk menentukan materi tidak esensial, peserta dapat juga membandingkan dengan sumber lain.

Misalnya tentang model-model pembelajaran , peserta dapat membandingkan sumber Belajar (modul prakondisi) dengan Buku sumber Naskah pendukung implementasi kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2017.



CONTOH RINGKASAN

I. SUMBER BELAJAR / MODUL : MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

A.      Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah sebagai gaya atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

B.      Ciri-ciri Model Pembelajaran :

Ciri-ciri model pembelajaran antara lain sebagai berikut.

1.       Rasional teoretik yang logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya

2.       Apa dan bagaimana siswa belajar

3.       Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.

4.       Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.


C.      Panduan memilih model pembelajaran yang baik

Memilih model yang baik mengacu pada empat kelompok yaitu:

1.       Model pemrosesan informasi yaitu; model berpikir induktif, inkuiri ilmiah, penemuan konsep, pertumbuhan kognitif, penata lanjutan, memori.

2.       Model personal yaitu; model pengajaran nondirektif latihan kesadaran, model sinektik,sistem konseptual, dan pertemuan kelas.

3.       Model sosial yaitu menekankan kemampuan siswa agar memiliki kecakapan membangun hubungan dengan orang lain yang demokratis, menghargai setiap perbedaan yang ada.

4.       Model sistem perilaku dalam pembelajaran (behavioral Model of Teaching) dibangun atas dasar kerangka teori perubahan perilaku, siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah belajar melalui penguraian perilaku ke dalam jumlah yang kecil.


D.  Contoh model-model pembelajaran adalah

Contoh model-model pembelajaran antara lain sebagai berikut.

1.       Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) : metode pembelajaran yang menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat peserta didik pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud.


2.       Model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) : Merupakan teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri.


3.       Model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning): Merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.




KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MATA PELAJARAN DI SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, DAN MA/MAK

 (BERDASARKAN PERMENDIKNAS NOMOR 16 TAHUN 2007)



NO
KOMPETENSI INTI GURU
KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN
1
Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan
intelektual.
1.1 Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosialbudaya.
1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.3 Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.4 Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
2
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik.
2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
3
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/ bidang pengembangan
yang diampu.
3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.
3.4 Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian
4
Menyelenggarakan pembelajaran
yang mendidik.
4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
4.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.
4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.
4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan.
4.5 Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang.
5
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.
6
Memfasilitasi pengembangan
potensi peserta didik untuk Mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki
6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal.
6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain.
7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru, dan (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya
8
Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen.
8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.
8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9
Memanfaatkan hasil penilaian dan
evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran.
9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
10
Melakukan tindakan reflektif untuk
peningkatan kualitas
pembelajaran.
10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu



                  BACA 125 SOAL PEDAGOGIK PERSIAPAN UTN

30 komentar:

  1. Terima kasih informasinya pak admin....

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih...semoga bermanfaat

      Hapus
  3. Alhamdulillah, dapat ilmu tambahan dari penjelasan yang bapak jabarkan dan semakin jelas dalam pengerjaan, sukses selalu pak. terima kasih pak Muh Zuhri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. trim kasih juga Pak hendri saputra... sukses untuk Bapak

      Hapus
  4. Alhamdulillah, jadi mulai paham skrg. makasih banyak pak admin semoga sukses

    BalasHapus
  5. RINGKASANDAN PEMBAHASAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN tidak bisa saya buka pak... bagaimana caranya... terima kasih

    BalasHapus
  6. pa zuhri itu untuk laporan kemajuan ke-2 , ringkasan materi kan dari sumber bidang studi
    soal dari A. Ringkasan materi (sepertiga pertama dari keseluruhan materi pada sumber belajar bidang studi) itu maksudnya kita merangkum buku pedagogik atau profesional?, jika memang dari buku profesional itu dibagi tiga bab atau gimana?, mohon pencerahannya min

    BalasHapus
  7. kompetensi professional, jika ada enam bab / modul... 1/3 artinya bab 1 dan 2 atau modul 1 dan 2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang pak zuhri, apakah bapak tidak membuat ringkasan bidang study untuk plpg Sekolah Dasar, karena saya membaca dari dulu kok tidak ada. Terima kasih pak

      Hapus
    2. maaf ringkasan mapel SD memang tdk saya buat, bukan bidang keahlian saya

      Hapus
  8. Pak untuk mapel PPKN gmn utk soal uraian Laporan 2

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf pak Prie... saya tidak bisa jawab, mapel saya Bahasa indonesia

      Hapus
  9. Selamat malam pak,utk yang ke2 yg d bahas profesional atau pedagogik lgi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laporan ke-2 yaitu 1/3 sumber belajar bidang studi/profesional

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Tanya lagi pak,msi ngambang saya nya.
      Itu yg kita ringkas pada laporan k2 yaitu bidang studi profesional,dstu ada 5 bd study. Apakah kita meringkas 1/3 dr setiap bd studi? Atau 1/3 dr sumber belajar.
      Misalnya b.indo dan pkn dlu.
      Nanti laporan 2/3 nya.
      Misal ipa ips.
      Dan laporan 4 mtk
      MOHON pencerahannya pak

      Hapus
    4. coba ibu tanyakan ke mentor ibu dulu.... harusnya per mapel ringkasannya

      Hapus
  10. ass,pak..kalo modul pedagogik ada 8 bab,apakh semua diringkas atau dringkas sesuai soalnya sj ya
    mohon pencerahannya pak
    terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  11. terima kasih info nya pak, sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...trm kasih juga Bapak Lody Har

      Hapus
  12. Materi esensial dan yang tidak esensial dengan memuat pendapat yang ilmiah bagaimana maksudnya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. pendapat didasarkan pada alasan ilmiah. Dapat dikaitkan dengan Indikator Pencapaian Materi. (IPK).. yang berkaitan dengan IPK materi esensial, yang tdk berkaitan dengan IPK bukan materi esensial. dapat juga dikaitkan dengan permendiknas 16/2007 tentang kompetensi pedagogik dan professional guru.

      Hapus
  13. Terima kasih atas penjelasannya pak tp saya masih bingung untuk menentukan materi tidak esensial pada modul aliran linguistik dan hakikat pemerolehan bahasa. Tolong beri sy gambaran sedikit pak sy mengampu b. Indonesia

    BalasHapus